Eratkan Silaturahmi, Kasi Pidum Kejari Bungo Jamu Makan Malam Wartawan

49

Rangkumnews.com Bungo- Kepala seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bungo menggelar silaturahmi bersama sejumlah wartawan di Kabupaten Bungo, Kamis (12/11) malam di Cafe dan Resto Ali, Perumnas.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kasi Pidum Anton Sujarwo, SH., MH beserta para jaksa fungsional Kejari Bungo dan puluhan wartawan dari media cetak, online, elektronik dan radio.

Anton Sujarwo mengungkapkan, rekan-rekan media dinilai sangat penting untuk korps Adhyaksa. Karena melalui media, kegiatan Kejaksaan dapat diinformasikan pada masyarakat. Meski tanpa disorot media, kata Kasi Pidum, pada dasarnya Kejaksaan tetap bekerja sesuai dengan fungsinya. Namun, keberadaan media haruslah tetap netral dengan mengedepankan azas keadilan untuk masyarakat.

“Kesempatan ini ingin saya gunakan untuk bersilaturahmi. Media sudah banyak membantu. Apalagi saat menghadapi Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang. Saya berharap media bisa tetap menginformasikan berita yang berimbang dan netral,” ungkapnya.

Selain itu, media memiliki peran yang strategis untuk mengelola emosi masyarakat. Apalagi perkembangan saat ini banyak media sosial yang turut mendongkrak informasi, sehingga masyarakat dapat lebih mudah menerima berita.

“Media pandai mengolah emosi masyarakat. Karena melihat dari satu hal bisa disampaikan dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Ini yang perlu kita satu persepsinya agar masyarakat tetap kondusif dan tidak terpecah belah. Saya berharap, wartawan senantiasa membuat tulisan yang menarik dan menginspirasi,” pungkasnya.

Sementara itu mewakili wartawan, Zakaria mengucapkan terima kasih atas jamuan makan malam bersama awak media.

“Kegiatan silaturahmi perlu dinilai sangat penting. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara pihak Kejaksaan dan awak media dapat selalu terjaga,” ungkapnya.

Ditegaskannya perkembangan zaman, media begitu canggih dan mudahnya diakses melalui gadget. Akan tetapi sebagai masyarakat harus mampu memilah mana berita yang benar-benar valid dan bukan informasi hoax.

“Karena saat ini dicanggihnya media informasi, banyak pula berita hoax, agar kawan-kawan untuk menerbitkan berita berdasarkan data dan konfirmasi kepada nara sumber yang jelas,” tutupnya.(IB)