Oleh : Muhammad Amrullah
(Direktur Aksata Academy)
Rangkumnews.com, Jambi – Setiap 6 Januari, Provinsi Jambi memperingati sejarah, perjuangan, dan identitasnya sebagai negeri yang berkembang dari kekuatan adat, sumber daya alam, dan keragaman sosial-budaya. Ulang tahun Provinsi Jambi bukan sekadar perayaan seremonial. Ini adalah kesempatan untuk merenungkan seberapa jauh pembangunan telah mencapai keadilan sosial dan ke mana Jambi akan bergerak di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
69 tahun Provinsi Jambi telah banyak pembangunan yang di lakukan oleh Pemerintahan,namun Pembangunan infrastruktur merupakan tugas pokok yang terus di galakkan karena hal itu perlu adanya keseimbangan pembangunan yang merata dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur hingga ke Kabupaten Kerinci.
Bukan hanya soal infrastruktur jalan, Layanan kesehatan dan Pendidikan juga menjadi hal penting dalam kemajuan suatu daerah,sarana pendidikan dan Sarana kesehatan masih menjadi PR bersama semua stakeholder.
Infrastruktur pembangunan di suatu daerah menjadi Penting dan terkadang dinilai sebuah kemajuan di daerah itu sendiri terlepas dari itu ,penulis juga mengharapkan adanya momentum HUT Jambi Ke 69 tahun mampu membawa Pendidikan Jambi lebih baik.
Pemerintah Provinsi Jambi telah sukses menggelontorkan anggaran beasiswa bagi Mahasiswa Jambi,hal ini bentuk dari Perhatian Pemerintah bagi SDM di Provinsi Jambi. terlepas dari itu, harapan terbesar nya sarana prasarana penunjang Pendidikan juga menjadi faktor penting dalam kemajuan Pembangunan Pendidikan di Provinsi Jambi.
Beberapa Faktor dan aspek yang dapat memajukan Pendidikan di Provinsi Jambi di antaranya:
-Digitalisasi Pendidikan dan meningkatkan
Kompetensi Peserta didik dengan Future skill seperti Koding,data analisis,artificial inttelegence.
– Mendorong Keunikan lokal Jambi dalam kurikulum pendidikan agar bisa menjadi Unique selling Point bagi generasi muda Jambi agar siap bersaing secara global dan tidak tenggelam di tengah tengah VUCA dan persaingan dunia Kerja
Jambi memiliki Kekayaan Sosial,Budaya yang signifikan, termasuk Kearifan lokal, nilai musyawarah, kepatuhan pada hukum adat, dan adat bersendi syara’ dan Kitabullah. Nilai-nilai ini terbukti berperan sebagai perekat sosial dan safety valve dalam meredam konflik. Tantangan ke depan adalah bagaimana kearifan lokal tersebut tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar diintegrasikan dalam perumusan kebijakan publik, pendidikan, dan tata kelola pemerintahan.
Ke depan, Provinsi Jambi menghadapi tantangan besar, termasuk transformasi ekonomi yang lebih inklusif, pembangunan yang berwawasan lingkungan, reduksi disparitas antar wilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur jalan dan transportasi, serta adaptasi terhadap perubahan global, mulai dari krisis iklim hingga disrupsi teknologi. Meskipun generasi muda Jambi dapat berfungsi sebagai agen perubahan secara strategis, upaya ini hanya akan berhasil jika didukung oleh kebijakan yang memfasilitasi partisipasi, inovasi, dan kesempatan.
(red)
