Makna HUT Ke-69 Provinsi Jambi : Merawat Akar, Menatap Masa Depan

Opini33 Dilihat

Dr. Pahrudin HM, M.A.
Analis Politik dan Kebijakan Universitas Nurdin Hamzah
Direktur Eksekutif Public Trust Institute (PUTIN)
Ketua Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia (MAKPI) Klaster Sumbagsel

Rangkumnews.com – Setiap 6 Januari, Provinsi Jambi memperingati sejarah, perjuangan, dan identitasnya sebagai negeri yang berkembang dari kekuatan adat, sumber daya alam, dan keragaman sosial-budaya. Ulang tahun Provinsi Jambi bukan sekadar perayaan seremonial. Ini adalah kesempatan untuk merenungkan seberapa jauh pembangunan telah mencapai keadilan sosial dan ke mana Jambi akan bergerak di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Kekayaan alam Jambi melimpah, termasuk hutan, batubara, emas, minyak, sungai, perkebunan, dan lokasi strategis di Pulau Sumatra. Namun, sejarah juga menunjukkan bahwa ketimpangan, konflik agraria, kemiskinan, dan kerentanan ekologis dapat muncul dari kekayaan alam tanpa tata kelola yang adil dan berkelanjutan. Karenanya, saat merayakan ulang tahun ke-69 Provinsi Jambi (1957–2026), perlu diingat bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa baik pembangunan dapat menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai lokal.

Jambi memiliki kekayaan sosial-budaya yang signifikan, termasuk kearifan lokal, nilai musyawarah, kepatuhan pada hukum adat, dan adat bersendi syarak dan Kitabullah. Nilai-nilai ini terbukti berperan sebagai perekat sosial dan safety valve dalam meredam konflik. Tantangan ke depan adalah bagaimana kearifan lokal tersebut tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar diintegrasikan dalam perumusan kebijakan publik, pendidikan, dan tata kelola pemerintahan.

Ulang tahun provinsi juga menjadi ruang untuk menilai demokrasi lokal dan pelayanan publik dari perspektif politik dan pemerintahan. Hari-hari ini, masyarakat Jambi semakin kritis dan menuntut kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan dan kebutuhan riil rakyat, seperti transparansi dan akuntabilitas. Ini merupakan sinyal positif bahwa demokrasi lokal semakin berkembang, sekaligus mengingatkan bahwa kinerja dan integritas adalah sumber legitimasi kekuasaan.

Ke depan, Provinsi Jambi menghadapi tantangan besar, termasuk transformasi ekonomi yang lebih inklusif, pembangunan yang berwawasan lingkungan, reduksi disparitas antar wilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan infrastruktur jalan dan transportasi, serta adaptasi terhadap perubahan global, mulai dari krisis iklim hingga disrupsi teknologi. Meskipun generasi muda Jambi dapat berfungsi sebagai agen perubahan secara strategis, upaya ini hanya akan berhasil jika didukung oleh kebijakan yang memfasilitasi partisipasi, inovasi, dan kesempatan yang adil.

Menyongsong ulang tahun Provinsi Jambi pada 6 Januari 2026, harapan sederhana tetapi penting: Jambi akan terus berkembang tanpa tercerabut dari akarnya, maju tanpa meninggalkan siapa pun, dan kuat karena mampu mengimbangi adat, agama, dan modernitas. Ulang tahun provinsi adalah pengingat bahwa pembangunan sejati bergantung pada warisan yang akan kita tinggalkan bagi generasi mendatang.

(red)