Kasus Viral Guru dan Murid di Jambi, Rektor UNISMAM Jambi : Manajemen Qolbu belum terpenuhi

Opini247 Dilihat

Rangkumnews.com – Beberapa hari terakhir, ruang publik Jambi kembali riuh oleh kabar konflik antara guru dan siswa yang berujung saling lapor. Ruang kelas nya yang seharusnya menjadi tempat pembentukan karakter, dialog, dan pembelajaran tiba-tiba bergeser menjadi ruang sengketa hukum. Sekolah tak lagi hanya berhadapan dengan persoalan mutu pendidikan, tetapi juga tarik-menarik pasal, bukti video, dan laporan polisi.

Kasus SMK di Tanjung Jabung Timur yang sedang berproses di Polda Jambi, viral di berita dan sosial media Jambi. Peristiwa yang dua versi cerita: pihak guru menyebut ada tindakan tidak sopan yang memicu emosi, sementara pihak siswa dan keluarga menyebut ada pemukulan atau penamparan terhadap anak oleh guru. Konflik berkembang menjadi keributan fisik dan viral, lalu terjadilah tindakan saling lapor.
Peristiwa serupa yang tidak kalah menyentak hati, juga ramai di sosial media guru honorer Tri Wulansari di Muaro Jambi yang ditetapkan tersangka usai tindakan pendisiplinan terkait rambut siswa memicu laporan. Kasus ini bahkan bergulir ke panggung nasional, dan turut dibicarakan dengan Komisi III DPR RI.

Fenomena ini bukan insiden tunggal. Ia merupakan gejala yang semakin sering terjadi di berbagai daerah, dan Jambi menjadi salah satu panggung terbarunya. Konflik yang berawal dari teguran, kedisiplinan, atau miskomunikasi, cepat berubah menjadi drama publik: ada video yang viral, ada narasi yang berseliweran di media sosial, lalu diikuti laporan hukum dari kedua belah pihak. Guru merasa dizalimi, orang tua merasa anaknya dilukai, dan terjadilah kehebohan saling lapor.

Kasus di SMK 3 Tanjabtim misalnya,banyak orang menyayangkan hal ini terjadi, seperti hal nya di ungkapkan oleh Rektor UNISMAM Jambi yang juga pimpinan Pondok Pesantren Mambaul ulum Kota Jambi, Dr.M.Shoffa Saifillah M.Pd kepada media ini Rabu 21/01/2026.

Menurut Dr.Shoffa Konflik merupakan sebuah proses yang menandakan jalan nya manajerial kepemimpinan.namun yang di sayangkan konflik berlarut larut yang berimbas dengan belum menemukan titik solusi hingga berakibat saling lapor.

” Kalau bicara nya konflik,bagus ,karena itu menandakan berjalanya manajerial kepemimpinan .tapi yang di sayangkan konflik berlarut larut hingga belum menemukan solusi “.Kata Dr.Shoffa.

Shoffa Saifillah menambahkan kasus yang terjadi di SMK 3 Tanjabtim misalnya sudah menjadi konsumsi publik,semua mata mengarah kesana saat viral hingga saat ini,terbaru kasus ini berlanjut saling lapor antara guru dan siswa di Polda Jambi.Rektor UNISMAM ini mengungkapkan hal ini terjadi juga antara guru dan siswa tidak terpenuhi nya manajemen Qolbu antara kedua nya sehingga mengakibatkan kurang nya sifat saling memaafkan.

” Kalau kedua nya memiliki karakter dan sifat manajemen qolbu ,insyallah ini tidak akan terjadi ,ini terjadi karena kurangnya sifat saling memaafkan” Ujar Dr Shoffa.

Sebelum kasus ini berlanjut saling lapor ke Polda Jambi, Pihak Polres Tanjabtim dan diknas Provinsi Jambi bersama pihak terkait sempat melakukan mediasi namun pihak guru ( Agus) tidak hadir,hal ini lah yang di katakan Dr Shoffa kurang nya manajemen qolbu antara kedua nya

” Harusnya saat media kedua nya bisa hadir dan saling memaafkan,maka clear masalah nya ,intinya manajemen qolbu penting pada pendidikan ” Kata Dr.Shoffa Saifillah.

(red)