Kurang Pede Hadapi Corona, Rupiah Tunduk ke Posisi Rp14.149

90

Rangkumnews.com — Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.149 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (22/6) sore. Mata uang Garuda melemah 0,35 persen jika dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu, yaitu di level Rp14.100 per dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.209 per dolar AS atau menguat tipis dibandingkan posisi akhir pekan lalu, yakni Rp14.242 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau lesu di hadapan dolar AS. Yen Jepang melemah 0,06 persen, dolar Taiwan melemah 0,09 persen, won Korea Selatan melemah 0,47 persen, peso Filipina melemah 0,13 persen, yuan China melemah 0,06 persen dan ringgit Malaysia melemah 0,30 persen.

Sebaliknya, penguatan terjadi pada dolar Singapura sebesar 0,21 persen, rupee India menguat 0,22 persen, dan baht Thailand menguat 0,08 persen. Adapun, dolar Hong Kong terpantau stagnan.

Tak hanya kawasan Asia, mayoritas mata uang di negara maju juga tercatat mengalami pelemahan di hadapan dolar. Poundsterling Inggris melemah 0,64 persen dan dolar Australia melemah 0,78 persen. Lalu, dolar Kanada menguat 0,31 persen dan franc Swiss menguat 0,23 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dampak virus corona (covid-19) terhadap ekonomi Indonesia tidak separah negara-negara lainnya, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Namun, pemerintah juga tidak terlalu percaya diri menghadapi gejolak tersebut, sehingga pemerintah maupun Bank Indonesia merevisi pertumbuhan ekonomi di kuartal II.

Disamping itu, penurunan suku bunga acuan sebesar 25 bps yang tak dibarengi dengan penurunan suku bunga kredit juga ikut mempengaruhi pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini.Walaupun revisinya berbeda, ini menandakan kepercayaan pemerintah kembali pudar, sehingga pasar kembali apatis.

“Jika kemarin penurunan suku bunga dibarengi dengan penurunan suku bunga kredit kemungkinan pasar akan merespons positif, namun apa yang sudah dilakukan BI harus di apresiasi positif, lagi-lagi kondisi eksternal sangat menentukan arah mata uang garuda ke depan, sehingga wajar kalau arus modal  kembali mengalir ke luar pasar,” ucapnya kepada CNNIndonesia.com.

Dalam perdagangan besok rupiah diproyeksi kembali terkoreksi diawal perdagangan, namun ditutup menguat tipis atau stagnan di level Rp14.130 hingga Rp14.200 per dolar AS.

Sumber : cnnindonesia